Kabel Twisted Pair (Twisted Pair Wire)


Kabel twisted pair adalah kabel terinsulasi (tersekat) di dalam casing pelindung dengan jumlah kabel yang telah ditentukan untuk setiap 0.3m.

Standardisasi Kabel Twisted :

Kategori 1
  • Merupakan kabel telepon model lama yang dipakai hanya sampai pada tahun 1983
  • Tidak cocok untuk transmisi data berkecepatan tinggi
  • Biasanya jenis kabel ini tidak mampu mendukung traffic jaringan komputer dan tidak terpelintir. Hal ini juga digunakan oleh perusahaan telepon yang menyediakan ISDN, di mana kabel antara situs pelanggan dan jaringan perusahaan telepon menggunakan kategori 1 .
Kategori 2
  • Untuk kecepatan transmisi hingga 4 Mbps
  • Spesifikasinya cocok dengan 3 jenis kabel IBM : empat pasang yang terlilit solid yang tidak terbungkus, berguna untuk suara dan data
  • Paling sedikit memiliki 3 lilitan per kaki (30,5cm) linier
  • Tidak ada dua pasang yang memiliki pola lilitan yang sama, hal ini untuk mengurangi crosstalk.
  • Crosstalk terjadi bila signal listrik melintasi beberapa kabel yang berdekatan.
  • Semakin panjang kabel, maka dia akan berfungsi sebagai antena yang baik.
  • Signal yang melintasi kabel akan menciptakan noise frekuensi radio, bila noise ini terlalu keras maka kabel yang ada didekatnya dapat menangkap signal
  • Semakin banyak lilitan per kaki linier semakin besar perlindungan terhadap crosstalk
  •  Lilitan ini digunakan untuk membangkitkan efek pembatalan

Kategori 3
  • Kualitas terendah yang bisa digunakan untuk jaringan LAN
  • Dapat melakukan transmisi sampai 10 Mbps
Beberapa karakteristik kategori 3

Karakteristik
Nilai pada frekuensi 10 MHz
Nilai pada frekuensi 16 MHz
Attenuation (pelemahan sinyal)
27 dB/1000 kaki
36 dB/1000 kaki
Near-end Cross-Talk (NEXT)
26 dB/1000 kaki
23 dB/1000 kaki
Resistansi
28.6 Ohm/1000 kaki
28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi
100 Ohm (±15%)
100 Ohm (±15%)
Kapasitansi
18 picoFarad/kaki
18 picoFarad/kaki

Kategori 4
  • Jenis kabel paling rendah untuk jaringan Token Ring 16 Mbps 

Beberapa karakteristik kategori 4


Karakteristik
Nilai pada frekuensi 10 MHz
Nilai pada frekuensi 20 MHz
Attenuation (pelemahan sinyal)
20 dB/1000 kaki
31 dB/1000 kaki
Near-end Cross-Talk (NEXT)
41 dB/1000 kaki
36 dB/1000 kaki
Resistansi
28.6 Ohm/1000 kaki
28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi
100 Ohm (±15%)
100 Ohm (±15%)
Kapasitansi
18 picoFarad/kaki
18 picoFarad/kaki
 

Kategori 5
  • Memiliki crosstalk terendah
  • Memiliki kecepatan samapai 100 Mbps bahkan bisa lebih
  •  Memiliki 8 s/d 15 lilitan per kaki linier
  • Panjang maksimum 100 meter
  • Kabel yang ditetapkan dalam spesifikasi Fiber Distributed Data Interface (FDDI) yang mendefinisikan bagaimana tembaga dan serat bekerja sama dalam lingkungan yang sama. 
Beberapa karakteristik kategori 5

Karakteristik
Nilai pada frekuensi 10 MHz
Nilai pada frekuensi 100 MHz
Attenuation (pelemahan sinyal)
20 dB/1000 kaki
22 dB/1000 kaki
Near-end Cross-Talk (NEXT)
47 dB/1000 kaki
32.3 dB/1000 kaki
Resistansi
28.6 Ohm/1000 kaki
28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi
100 Ohm (±15%)
100 Ohm (±15%)
Kapasitansi
18 picoFarad/kaki
18 picoFarad/kaki
Structural return loss
16 dB
16 dB
Delay skew
45 nanodetik/100 meter
45 nanodetik/100 meter

Kategori 6
  • Awalnya dirancang untuk mendukung gigabit Ethernet (meskipun ada standar yang akan memungkinkan transmisi gigabit melalui kabel kategori 5. Itulah kategori 5e). Kecepatan transfer data hingga 2,5 Gigabit Ethernet dalam jarak 100 Meter atau 10 Gigabits dalam jarak 25 Meter. Ini mirip dengan kabel kategori 5, tapi mengandung pemisah fisik antara 4 pairs untuk mengurangi gangguan elektromagnetik
  • Mendukung transmisi di frekuensi 250MHz. 
Kategori 7
  • Mendukung transmisi di frekuensi 600MHz.
Kategori 1/2/3/4/5/6/7 merupakan jenis kabel tembaga (kebanyakan kabel telepon dan kabel jaringan adalah tembaga) dan jek. Nomor (1, 3, 5, dll) menunjukkan jumlah liku di dalam kabel (atau kualitas koneksi di jek). Kategori 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 merupakan jenis kabel yang dapat mendukung traffic jaringan komputer dan telepon.
Dalam kabel jenis Twisted Pair dibagi 2 macam yaitu :
  • UTP ( Unshielded Twisted Pair)
kabel UTP

       UTP, hanya lilitan antar kabel untuk menghindari crosstalk, tidak ada perlindungan interferensi atau induksi sinyal dari luar kabel. Kabel UTP terdiri dari 8 buah kabel halus yang saling melilit menjadi 4 pasang. Keempat pasang kabel tersebut adalah :
  1. Pasangan kabel warna Orange dengan Putih lease Jingga
  2. Pasangan kabel warna hijau dengan Putih lease Hijau
  3. Pasangan kabel warna Biru dengan Putih lease Biru
  4. Pasangan kabel warna cokelat dengan Putih lease Cokelat
Kelebihan Kabel UTP :
  • Harganya relatif murah
  • Mudah untuk penginstalasi
  •  Berukuran kecil
  •  Fleksibel dan kinerjanya relatif bagus
Kekurangan Kabel UTP : 
  • Sangat rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik
  • Jarak jangkauan kabel ini hanya 100m
 
Dalam mensetting kabel LAN terdapat 2 cara yaitu :
  • Dengan cara Straight
Straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kablenya. Pada kabel straight, 1 pin di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya. Kedua ujungnya menggunakan standar EIA/TIA 568A.
  • Dengan cara Crossover
Kabel jenis ini digunakan untuk menghubungkan 2 perangakt jaringan dengan heiraki setingkat seperti contoh PC to PC. Kabel ini menggunakan Standar EIA/TIA 568A pada ujung satunya dan EIA/TIA 568 B pada ujung yang lainnya. 
Standardisasi pengurutan warna dalam kabel Twisted Pair :

Pemasangan urutan Kabel UTP umumnya mengikuti aturan standart international yaitu EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B. Untuk urutan EIA/TIA 568A urutan kabel nya adalah sebagai berikut :

Pin
Warna
Pair
1
Putih/Hijau (pair 3)
RecvData +
2
Hijau (pair 3)
RecvData -
3
Putih/Jingga (pair 2)
TxData +
4
Biru (pair 1)

5
Putih/Biru (pair 1)

6
JIngga (pair 2)
TxData -
7
Putih/Cokelat (pair 4)

8
Cokelat (pair 4)


                                     (Urutan ini berlaku sama pada dua sisi kabel.)

, sedangkan urutan EIA/TIA 568B urutan kabelnya adalah sebagai berikut:

Pin
Warna
Pair
1
Putih/Jingga (pair 2)
TxData +
2
Jingga (pair 2)
TxData -
3
Putih/Hijau (pair 3)
RecvData +
4
Biru (pair 1)

5
Putih/Biru (pair 1)

6
Hijau (pair 3)
RecvData -
7
Putih/Cokelat (pair 4)

8
Cokelat (pair 4)


                     (Urutan ini berlaku hanya pada satu sisi kabel saja.)
 

Diagram perbedaan EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B


kabel UTP EIA/TIA 568A 568B

pin color pair
















  • STP ( Shielded Twisted Pair)
kabel STP














Kabel STP ini terdiri atas 4 pasang kabel yang dipilin. Shielded Twisted Pair (STP) merupakan kabel yang hampir sama dengan UTP (Unshielded Twisted Pair) akan tetapi, pada STP ini memiliki suatu selubung pembungkus. Fungsi selubung pembungkus ini adalah untuk pentanahan (grounding) dan  untuk mengurangi lebih lanjut gangguan yang ada. Sehingga kabel yang memiliki selubung pembungkus ini akan lebih tahan terhadap gangguan dibandingkan dengan kabel yang tidak memiliki selubung pembungkus. STP (Shielded Twisted Pair), selain dililitkan, juga punya proteksi terhadap induksi atau interferensi sinyal dari luar kabel berupa lapisan kertas alumunium foil, sebelum jaket pembungkus luar. Tidak hanya itu, pada kabel STP didalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internal sehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi/gangguan.

Kelebihan kabel STP
  • Tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dalam maupun dari luar
  • Memiliki perlindungan dan antisipasi tekukan kabel yang cukup handal
Kelemahan kabel STP
  • Harga kabel STP yang lumayan mahal
  • Pada kabel STP atenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi.
  • Apabila berada di frekuensi tinggi, keseimbangannya akan menurun sehingga tidak dapat mengompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.
  • Hanya dapat menjangkau jarak 100 meter.
ReadmoreKabel Twisted Pair (Twisted Pair Wire)